Saturday, January 31, 2026

RouterOS 7.19 changelog


MikroTik, sebagai salah satu produsen perangkat jaringan yang paling dikenal di dunia, kembali membuat gebrakan dengan merilis RouterOS versi 7.19.

Bagi para administrator jaringan, update ini bukan sekadar incremental upgrade, tetapi membawa dua fitur utama yang akan mempermudah pengelolaan infrastruktur dan meningkatkan keamanan:

LACP Passive Mode – Menawarkan fleksibilitas dalam pengaturan link aggregation.

Built-in Root Certificate – Mempermudah koneksi aman tanpa repot mengatur sertifikat secara manual.

Selain itu, terdapat juga perbaikan bug, optimasi performa, dan peningkatan kompatibilitas yang membuat sistem ini lebih stabil di berbagai skenario. Artikel ini akan membahas secara komprehensif setiap poin pembaruan, lengkap dengan penjelasan teknis, manfaat nyata, serta contoh penerapan.

1. Latar Belakang RouterOS dan Kebutuhan Pembaruan

RouterOS adalah sistem operasi jaringan berbasis Linux yang digunakan pada perangkat MikroTik. OS ini telah lama dikenal karena:

Kemampuan routing canggih (BGP, OSPF, MPLS).

Dukungan firewall lengkap.

Beragam fitur keamanan.

Manajemen yang fleksibel melalui CLI, Winbox, dan API.

Namun, perkembangan teknologi jaringan menuntut RouterOS terus beradaptasi. Salah satu kebutuhan yang semakin mendesak adalah fleksibilitas link aggregation dan pengelolaan sertifikat keamanan yang lebih mudah. Inilah yang coba dijawab oleh versi 7.19.

2. Fitur Utama: LACP Passive Mode

2.1 Apa itu LACP?

LACP (Link Aggregation Control Protocol) adalah bagian dari standar IEEE 802.3ad. Fungsi utamanya:

Menggabungkan beberapa koneksi fisik (port) menjadi satu koneksi logis.

Menambah bandwidth total (misalnya 4×1 Gbps menjadi 4 Gbps).

Menambah redundansi — jika satu link gagal, koneksi tetap berjalan melalui link lain.

2.2 Mode Aktif vs Mode Pasif

Mode Aktif: Router mengirimkan LACPDU (paket kontrol LACP) untuk mencoba membentuk agregasi dengan perangkat lain.

Mode Pasif: Router hanya akan merespons LACPDU yang diterima, tanpa mengirim inisiasi terlebih dahulu.

2.3 Keunggulan LACP Passive Mode

Sebelum pembaruan ini, RouterOS hanya efektif di mode aktif, yang berarti:

Semua perangkat terus mengirimkan LACPDU.

Ada lalu lintas manajemen tambahan yang tidak selalu diperlukan.

Dengan mode pasif:

Router dapat menunggu inisiasi dari perangkat lain (misalnya switch utama).

Lalu lintas manajemen LACP lebih sedikit.

Topologi jaringan lebih sederhana dan terkontrol.

Cocok untuk skenario mixed-vendor (misalnya MikroTik dengan Cisco, Juniper, atau Aruba).

2.4 Contoh Skenario

Misalnya, sebuah ISP memiliki dua router MikroTik yang terhubung ke switch core Cisco:

Cisco diatur sebagai LACP Active.

MikroTik diatur sebagai LACP Passive.

Hasilnya:

Link aggregation terbentuk otomatis tanpa collision konfigurasi.

Lalu lintas manajemen lebih efisien.

3. Fitur Utama: Built-in Root Certificate

3.1 Pentingnya Sertifikat Root

Di era komunikasi terenkripsi, sertifikat root adalah fondasi kepercayaan antara perangkat dan server. Tanpa sertifikat root:

HTTPS akan menampilkan error.

API aman tidak bisa diakses.

Update otomatis dan layanan cloud menjadi bermasalah.

3.2 Kendala Sebelum Pembaruan

Di versi sebelumnya:

Admin harus mengunduh sertifikat root dari penyedia (misalnya DigiCert, Let's Encrypt).

Mengimpor sertifikat ke RouterOS secara manual.

Mengulang proses di setiap perangkat.

Ini sangat menyulitkan bagi jaringan skala besar dengan puluhan atau ratusan perangkat.

3.3 Solusi di RouterOS 7.19

Sekarang, RouterOS dilengkapi dengan daftar sertifikat root terpercaya bawaan. Artinya:

Tidak perlu mengimpor sertifikat secara manual.

HTTPS, TLS, dan API aman langsung bisa digunakan.

Peningkatan keamanan tanpa beban administratif.

3.4 Manfaat Langsung

Waktu konfigurasi berkurang drastis.

Risiko kesalahan dalam manajemen sertifikat menurun.

Mendukung integrasi cloud (MikroTik Cloud, API HTTPS, integrasi dengan layanan eksternal) dengan lebih lancar.

4. Peningkatan dan Perbaikan Lainnya

Selain dua fitur besar, RouterOS 7.19 juga mencakup:

Optimasi performa CPU untuk perangkat low-power.

Perbaikan bug pada routing dinamis (BGP, OSPF).

Peningkatan stabilitas VPN (OpenVPN, WireGuard, L2TP).

Penyempurnaan firewall dengan filter rule yang lebih efisien.

Penyesuaian driver untuk perangkat jaringan terbaru.

5. Studi Kasus Implementasi

5.1 ISP Menengah

Seorang administrator ISP menambahkan LACP Passive Mode pada MikroTik yang terhubung ke switch core vendor lain. Hasil:

Tidak ada lagi konflik LACP.

Peningkatan efisiensi penggunaan port.

5.2 Perusahaan Korporasi

Departemen IT perusahaan besar memanfaatkan Built-in Root Certificate:

Semua koneksi ke server cloud internal kini terenkripsi tanpa error SSL.

Waktu deploy perangkat baru berkurang dari 2 jam menjadi 15 menit.

6. Panduan Singkat Mengaktifkan Fitur

6.1 Mengaktifkan LACP Passive Mode

/interface bonding

add name=bond1 slaves=ether1,ether2 mode=802.3ad lacp-rate=slow primary=ether1

/interface bonding set bond1 lacp=passive

6.2 Mengecek Sertifikat Root

/certificate print

7. Kesimpulan

Pembaruan RouterOS 7.19 bukan hanya sekadar perbaikan bug, tetapi peningkatan strategis yang:

1. Memudahkan integrasi jaringan dengan vendor lain.

2. Meningkatkan keamanan tanpa menambah kompleksitas.

3. Mempercepat proses konfigurasi skala besar.

Bagi administrator jaringan, pembaruan ini adalah investasi waktu dan keamanan. Jika Anda belum meng-upgrade, inilah saatnya memanfaatkan fitur-fitur baru ini untuk membuat jaringan lebih stabil, efisien, dan aman.

Super Admin

Super Admin

Please Login to comment in the post!